Thursday, October 20, 2022

Entahlah...

 Terkadang terus melangkah itu menjemukan, dan mengungkap tabir adalah hal yg membuat hati kian jenuh. Tak seperti matahari yg selalu konsisten terbit saat fajar kemudian tenggelam ketika senja, atau hadirnya bulan saat gelapnya malam. Jenuh dg konsistensi yg semakin lama terasa semakin menjadi omong kosong, menjadi bualan receh mengundang gadis di kesepian. Jemu dg formalitas yg melelahkan seluruh sendi2 jiwa. Seolah olah setiap usaha tidak memiliki arti, hanyalah bunyi knalpot bobok yg lalu lalang membutakan telinga, memekakkan mata dg suaranya yg sumbang. Terkadang tetesan peluh bagaikan sampah tak berguna, sumpah serapah sumbang untuk jiwa yg jenuh. Namun sudah masanya untuk ke peraduan. 

Summarecon, menjelang akhir Oktober 2022