Monday, June 23, 2014

Infleksi n Derivasi


I.     PENDAHULUAN
Bahasa adalah bagian terpenting dalam peradaban manusia karena bahasa adalah sistem bunyi yang arbitrer  yang digunakan untuk berkomunikasi dan juga sebagai identitas diri. Ilmu bahasa yang disebut dengan linguistik mencakup fonologi, morfologi, dan sintaksis (Prof. Dr. Sumarsono, M.Ed. et all, 2002: 7) ditambah dengan Semantik dan Pragmatik. Fonologi berarti ilmu yang mempelajari tentang bunyi (phone = bunyi), morfologi berarti ilmu yang mempelajari kata/morfem, dan sintaksis yang mempelajari kalimat, serta semantik dan pragmatik yang kaitannya berkenaan dengan makna.   
Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan modal bagi manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Berdasarkan kodratnya sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan alat yang bisa digunakan untuk mengeluarkan pendapatnya dan untuk saling bertukar pikiran. Seiring berkembangnya peradaban manusia, kini bahasa tidak hanya digunakan dilingkup lokal atau daerah saja melainkan sampai ke tingkat nasional bahkan internasional. Mengingat besarnya kebutuhan untuk mempersatukan dunia membuat bahasa Inggris dijadikan bahasa internasional.     
Sebagai sistem bunyi bahasa memiliki bunyi-bunyi dasar yang direpresentasikan dalam bentuk fonem – fonem, dan setiap bahasa mempunyai sistem bunyi tersendiri yang bersifat independen. Setiap sistem bunyi memiliki perbedaan yang signifikan, dan perbedaan tersebut menyulitkan penutur sebuah bahasa untuk mempelajari bahasa yang lain. Kesulitan-kesulitan tersebut tidak hanya mengenai sistem bunyi tapi juga berkaitan dengan tata bahasa yang semakin membuat pemelajar bahasa bingung.
A.S. Hornby dalam bukunya  Oxford Advanced Learning’s Dictionary (2000: 586), “Grammar is the rules in a language for changing the form of words and joining them into sentences,” grammar atau tata bahasa adalah peraturan-peraturan dalam sebuah bahasa untuk merubah bentuk-bentuk kosakata dan menggabungkannya dalam kalimat-kalimat. Sebetulnya, jika kita mengkaji lebih lanjut, tata bahasa memiliki keunikan karena tata bahasa dari bahasa satu dengan yang lainnya pasti berbeda dan memiliki aturan-aturan tertentu.
Dalam linguistik, grammar atau tata bahasa berada dalam kajian sintaksis dan morfologi. Pada kesempatan ini penulis akan mengambil kajian morfologi yaitu afiksasi/imbuhan. Afiksasi atau imbuhan yang penulis bataskan pada analisa apakah imbuhan yang digunakan merubah kelas kata atau derivasi, atau tidak merubah kelas kata infleksi.
Sementara yang akan dianalisa adalah 2 paragraf berbahasa Inggris yang diambil dari surat kabar The Jakarta Post edisi tanggal 4 Februari 2014 yang pertama pada halaman 23 dari artikel mengenai kesehatan yang ditulis oleh Kwon O-jung dari The Korea Herald, Seoul. Paragraf kedua diambil dari halaman 9 artikel pada artikel mengenai Transjakarta.
II. PEMBAHASAN
1. Deskripsi Data
Dua Paragraf yang diambil adalah ;
When people cough, they often think that there is something wrong with their bronchi and continue to take cough medication. However, this can be caused by simple mucus production from the nose sent down, which is then brought up while coughing. Dry, episodic coughs can be due to asthma so should be noted. Many people think that wheezing is due to asthma, but this can also be caused by bronchogenic cancer. If your wheezes do not improve with asthma treatment, you should undergo tests that are more detailed.
(diadaptasi dari The Jakarta Post edisi 4 Februari 2014 halaman 23)
         Aiming to encourage middle-to-upper class workers to leave their cars at home on work days, the city administration plans to launch new bus routes this week.
(diadaptasi dari The Jakarta Post edisi 4 Februari 2014 halaman 23)
2. Analisa Data
Penulis menganalisa sebagai berikut :
1). Medication : medicate + - ion = medicate + suffix –ion, madicate (kata kerja) + suffix –ion = medication (kata benda). Maka –ion adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (medicate) ke kata benda (medication).
2). Caused : cause + ed =  cause + suffix – ed, cause (kata kerja) + suffix – ed = caused (kata kerja). Maka –ed adalah imbuhan yang infleksi karena imbuhan tersebut tidak merubah kelas kata.  
3). Production : produce + tion = product + suffix – tion, produce (kata kerja) + suffix – tion = production (kata benda). Maka – tion adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata.
4). Coughing : cough + ing = cough + suffix –ing, cough (kata kerja) + suffix –ing = coughing (gerund/kata benda karena berada tepat sesudah preposisi while). Maka imbuhan –ing pada kata coughing adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata.  
5). Episodic : episode + ic = episode + suffix –ic, episode (kata benda) + suffix –ic = episodic (kata sifat). Maka –ic adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata benda (episode) menjadi kata sifat (episodic).
6). Coughs : cough + s = cough + suffix –s, cough (kata kerja) + suffix –s = coughs (kata kerja). Maka –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari cough (kata kerja) menjadi coughs (kata kerja).
7). Noted : note + ed = note + suffix –ed, note (kata kerja) + suffix –ed = noted (kata kerja bentuk ketiga/VIII). Maka –ed adalah imbuhan infeksi karena tidak merubah kelas kata dari note (kata kerja) menjadi noted ( tetap kata kerja).
8). Wheezing : wheeze + ing = wheeze + suffix –ing, wheeze (kata kerja) + suffix –ing = wheezing (gerund atau kata benda karena dalam kalimat kata wheezing berfungsi sebagai subject). Maka imbuhan –ing adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (wheeze) ke kata benda atau gerund (wheezing). 
9). Caused : cause + ed =  cause + suffix – ed, cause (kata kerja) + suffix – ed = caused (kata kerja). Maka –ed adalah imbuhan yang infleksi karena imbuhan tersebut tidak merubah kelas kata.
10). Bronchogenic : bronchogen + -ic, bronchogen (kata benda) + suffix –ic = Bronchogenic (kata sifat). Maka imbuhan –ic adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata benda (bronchogen) menjadi kata sifat (bronchogenic).
11). Wheezes : wheeze + -es = wheeze + suffix –es, wheeze (kata kerja) + suffix –es = wheezes (kata kerja). Maka imbuhan –es adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata yang awalnya wheeze (kata kerja)  menjadi wheezes (yang juga kata kerja).    
12). Treatment : treat + -ment = treat + suffix –ment, treat (kata kerja) + suffix –ment = treatment (kata benda). Maka –ment adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari treat (kata kerja) menjadi treatment (kata benda). 
14). Tests : test + -s = test + suffix –s, test (kata benda) + suffix –s = tests (kata benda). Maka –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari kata benda (test) tetap menjadi kata benda (tests) 
15). Detailed : detail + -ed = detail + suffix –ed, detail (kata kerja) + suffix –ed = detailed (kata sifat). Maka imbuhan –ed dalam kata detailed adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari detail (kata kerja) menjadi detailed (kata sifat).
16). Aiming : aim + -ing = aim + suffix –ing, aim (kata kerja) + suffix –ing = aiming (kata benda/gerund). Maka imbuhan –ing adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (aim) menjadi kata benda/gerund (aiming) 
17). Encourage : en- + courage = prefix en- + courage, prefix en- + courage (kata benda) = encourage (kata kerja). Maka prefi en- adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata benda (courage) menjadi kata kerja (encourage).
18). Upper : up + -er = up + suffix –er, up (adverb) + suffix –er = Upper (kata benda). Maka imbuhan –er adalah imbuhan yang merubah kelas kata dari adverb (up) menjadi kata benda (upper).
19). Workers : work + – er + –s,  work (kata kerja) + suffix –er + suffix –s = workers (kata benda jamak). Maka imbuhan –er adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (work) menjadi (worker) dan imbuhan –s adalah imbuhan infleksi atau tidak merubah kelas kata dari kata benda (worker) menjadi kata benda juga (workers).
20). Cars : car + -s = car + suffix –s, car (kata benda) + suffix –s = cars (kata benda). Maka suffix –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari kata benda (car) menjadi kata benda (cars). 
21). Days : day + -s = day + suffix –s, day (kata benda) + suffix –s = days (kata benda). Maka –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari kata benda (day) menjadi kata benda juga (days).
22). Administration : administrate + -tion = administrate + suffix –tion, administrate (kata kerja) + suffix –tion= administration (kata benda). Maka suffix – tion adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (administrate) menjadi kata benda (administration).
23). Plans : plan + -s = plan + suffix –s, plan (kata kerja) + suffix –s = plans (kata kerja). Maka suffix –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari kata kerja (plan) menjadi tetap kata kerja (plans).
24). Routes : route + -s = route + suffix –s, route (kata benda) + suffix –s = routes (kata benda). Maka imbuhan –s adalah infleksi karena tidak merubah kelas kata. 
III. KESIMPULAN
Kesimpulan dari analisa ini adalah penggunaan imbuhan infleksi dan derivasi didalam kedua paragrap tersebut seimbang namun lebih banyak yang menggunakan suffix atau akhiran dibandinglan dengan 

Friday, February 28, 2014

She

senyumnya serasa damaikan dunia
teriakannya laksana motivasi dunia nyata
tangisnya layaknya hentikan degup didada
sakitnya lelehkan airmata tiada daya
            tidurnya mengndang malaikat dari surga
            kantuknya luluhkan api kobar neraka
            hausnya bagaikan peluh diraga
            keringatnya seperti bahaya di jiwa
sendirinya bagai kawan bersama-sama
air matanya bagai cambuk merobek iga
manjanya bagai bunga mekar hari senja
lelahku terbayar dengan tatapan rindu d wajahnya...