I. PENDAHULUAN
Bahasa
adalah bagian terpenting dalam peradaban manusia karena bahasa adalah sistem bunyi
yang arbitrer yang digunakan untuk
berkomunikasi dan juga sebagai identitas diri. Ilmu bahasa yang disebut dengan
linguistik mencakup fonologi, morfologi, dan sintaksis (Prof. Dr. Sumarsono,
M.Ed. et all, 2002: 7) ditambah dengan Semantik dan Pragmatik. Fonologi berarti
ilmu yang mempelajari tentang bunyi (phone = bunyi), morfologi berarti ilmu
yang mempelajari kata/morfem, dan sintaksis yang mempelajari kalimat, serta
semantik dan pragmatik yang kaitannya berkenaan dengan makna.
Bahasa
sebagai alat komunikasi merupakan modal bagi manusia untuk berinteraksi satu
sama lain. Berdasarkan kodratnya sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan
alat yang bisa digunakan untuk mengeluarkan pendapatnya dan untuk saling
bertukar pikiran. Seiring berkembangnya peradaban manusia, kini bahasa tidak
hanya digunakan dilingkup lokal atau daerah saja melainkan sampai ke tingkat
nasional bahkan internasional. Mengingat besarnya kebutuhan untuk mempersatukan
dunia membuat bahasa Inggris dijadikan bahasa internasional.
Sebagai
sistem bunyi bahasa memiliki bunyi-bunyi dasar yang direpresentasikan dalam bentuk
fonem – fonem, dan setiap bahasa mempunyai sistem bunyi tersendiri yang
bersifat independen. Setiap sistem bunyi memiliki perbedaan yang signifikan,
dan perbedaan tersebut menyulitkan penutur sebuah bahasa untuk mempelajari
bahasa yang lain. Kesulitan-kesulitan tersebut tidak hanya mengenai sistem
bunyi tapi juga berkaitan dengan tata bahasa yang semakin membuat pemelajar
bahasa bingung.
A.S.
Hornby dalam bukunya Oxford Advanced Learning’s Dictionary
(2000: 586), “Grammar is the rules in a language for changing the form of words
and joining them into sentences,” grammar atau tata bahasa adalah
peraturan-peraturan dalam sebuah bahasa untuk merubah bentuk-bentuk kosakata
dan menggabungkannya dalam kalimat-kalimat. Sebetulnya, jika kita mengkaji lebih
lanjut, tata bahasa memiliki keunikan karena tata bahasa dari bahasa satu
dengan yang lainnya pasti berbeda dan memiliki aturan-aturan tertentu.
Dalam
linguistik, grammar atau tata bahasa berada dalam kajian sintaksis dan
morfologi. Pada kesempatan ini penulis akan mengambil kajian morfologi yaitu
afiksasi/imbuhan. Afiksasi atau imbuhan yang penulis bataskan pada analisa
apakah imbuhan yang digunakan merubah kelas kata atau derivasi, atau tidak
merubah kelas kata infleksi.
Sementara
yang akan dianalisa adalah 2 paragraf berbahasa Inggris yang diambil dari surat
kabar The Jakarta Post edisi tanggal 4 Februari 2014 yang pertama pada halaman
23 dari artikel mengenai kesehatan yang ditulis oleh Kwon O-jung dari The Korea
Herald, Seoul. Paragraf kedua diambil dari halaman 9 artikel pada artikel
mengenai Transjakarta.
II. PEMBAHASAN
1.
Deskripsi Data
Dua
Paragraf yang diambil adalah ;
When people cough, they often think
that there is something wrong with their bronchi and continue to take cough medication.
However, this can be caused by simple mucus production from the
nose sent down, which is then brought up while coughing. Dry, episodic
coughs can be due to asthma so should be noted. Many people think
that wheezing is due to asthma, but this can also be caused by bronchogenic
cancer. If your wheezes do not improve with asthma treatment, you
should undergo tests that are more detailed.
(diadaptasi
dari The Jakarta Post edisi 4 Februari 2014 halaman 23)
Aiming to encourage
middle-to-upper class workers to leave their cars at home
on work days, the city administration plans to launch new
bus routes this week.
(diadaptasi
dari The Jakarta Post edisi 4 Februari 2014 halaman 23)
2.
Analisa Data
Penulis
menganalisa sebagai berikut :
1).
Medication : medicate + - ion =
medicate + suffix –ion, madicate (kata kerja) + suffix –ion = medication (kata
benda). Maka –ion adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari
kata kerja (medicate) ke kata benda (medication).
2).
Caused : cause + ed = cause + suffix – ed, cause (kata kerja) +
suffix – ed = caused (kata kerja). Maka –ed adalah imbuhan yang infleksi karena
imbuhan tersebut tidak merubah kelas kata.
3).
Production : produce + tion = product
+ suffix – tion, produce (kata kerja) + suffix – tion = production (kata
benda). Maka – tion adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata.
4).
Coughing : cough + ing = cough +
suffix –ing, cough (kata kerja) + suffix –ing = coughing (gerund/kata benda
karena berada tepat sesudah preposisi while).
Maka imbuhan –ing pada kata coughing
adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata.
5).
Episodic : episode + ic = episode +
suffix –ic, episode (kata benda) + suffix –ic = episodic (kata sifat). Maka –ic
adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata benda (episode)
menjadi kata sifat (episodic).
6).
Coughs : cough + s = cough + suffix
–s, cough (kata kerja) + suffix –s = coughs (kata kerja). Maka –s adalah
imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari cough (kata kerja)
menjadi coughs (kata kerja).
7).
Noted : note + ed = note + suffix
–ed, note (kata kerja) + suffix –ed = noted (kata kerja bentuk ketiga/VIII).
Maka –ed adalah imbuhan infeksi karena tidak merubah kelas kata dari note (kata
kerja) menjadi noted ( tetap kata kerja).
8).
Wheezing : wheeze + ing = wheeze +
suffix –ing, wheeze (kata kerja) + suffix –ing = wheezing (gerund atau kata
benda karena dalam kalimat kata wheezing
berfungsi sebagai subject). Maka imbuhan –ing adalah imbuhan yang derivasi
karena merubah kelas kata dari kata kerja (wheeze) ke kata benda atau gerund
(wheezing).
9).
Caused : cause + ed = cause + suffix – ed, cause (kata kerja) +
suffix – ed = caused (kata kerja). Maka –ed adalah imbuhan yang infleksi karena
imbuhan tersebut tidak merubah kelas kata.
10).
Bronchogenic : bronchogen + -ic,
bronchogen (kata benda) + suffix –ic = Bronchogenic (kata sifat). Maka imbuhan
–ic adalah imbuhan yang derivasi karena merubah kelas kata dari kata benda
(bronchogen) menjadi kata sifat (bronchogenic).
11).
Wheezes : wheeze + -es = wheeze +
suffix –es, wheeze (kata kerja) + suffix –es = wheezes (kata kerja). Maka
imbuhan –es adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata yang
awalnya wheeze (kata kerja) menjadi
wheezes (yang juga kata kerja).
12).
Treatment : treat + -ment = treat +
suffix –ment, treat (kata kerja) + suffix –ment = treatment (kata benda). Maka
–ment adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari treat (kata kerja)
menjadi treatment (kata benda).
14).
Tests : test + -s = test + suffix –s,
test (kata benda) + suffix –s = tests (kata benda). Maka –s adalah imbuhan
infleksi karena tidak merubah kelas kata dari kata benda (test) tetap menjadi
kata benda (tests)
15).
Detailed : detail + -ed = detail +
suffix –ed, detail (kata kerja) + suffix –ed = detailed (kata sifat). Maka
imbuhan –ed dalam kata detailed adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas
kata dari detail (kata kerja) menjadi detailed (kata sifat).
16).
Aiming : aim + -ing = aim + suffix –ing, aim (kata kerja) + suffix –ing =
aiming (kata benda/gerund). Maka imbuhan –ing adalah imbuhan yang derivasi
karena merubah kelas kata dari kata kerja (aim) menjadi kata benda/gerund
(aiming)
17).
Encourage : en- + courage = prefix en- + courage, prefix en- + courage (kata
benda) = encourage (kata kerja). Maka prefi en- adalah imbuhan yang derivasi
karena merubah kelas kata dari kata benda (courage) menjadi kata kerja
(encourage).
18).
Upper : up + -er = up + suffix –er, up (adverb) + suffix –er = Upper (kata
benda). Maka imbuhan –er adalah imbuhan yang merubah kelas kata dari adverb
(up) menjadi kata benda (upper).
19).
Workers : work + – er + –s, work (kata
kerja) + suffix –er + suffix –s = workers (kata benda jamak). Maka imbuhan –er
adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja (work)
menjadi (worker) dan imbuhan –s adalah imbuhan infleksi atau tidak merubah
kelas kata dari kata benda (worker) menjadi kata benda juga (workers).
20).
Cars : car + -s = car + suffix –s, car (kata benda) + suffix –s = cars (kata
benda). Maka suffix –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata
dari kata benda (car) menjadi kata benda (cars).
21).
Days : day + -s = day + suffix –s, day (kata benda) + suffix –s = days (kata
benda). Maka –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas kata dari
kata benda (day) menjadi kata benda juga (days).
22).
Administration : administrate + -tion = administrate + suffix –tion,
administrate (kata kerja) + suffix –tion= administration (kata benda). Maka
suffix – tion adalah imbuhan derivasi karena merubah kelas kata dari kata kerja
(administrate) menjadi kata benda (administration).
23).
Plans : plan + -s = plan + suffix –s, plan (kata kerja) + suffix –s = plans
(kata kerja). Maka suffix –s adalah imbuhan infleksi karena tidak merubah kelas
kata dari kata kerja (plan) menjadi tetap kata kerja (plans).
24).
Routes : route + -s = route + suffix –s, route (kata benda) + suffix –s =
routes (kata benda). Maka imbuhan –s adalah infleksi karena tidak merubah kelas
kata.
III. KESIMPULAN
Kesimpulan dari analisa
ini adalah penggunaan imbuhan infleksi dan derivasi didalam kedua paragrap
tersebut seimbang namun lebih banyak yang menggunakan suffix atau akhiran
dibandinglan dengan
No comments:
Post a Comment