Friday, February 28, 2014

She

senyumnya serasa damaikan dunia
teriakannya laksana motivasi dunia nyata
tangisnya layaknya hentikan degup didada
sakitnya lelehkan airmata tiada daya
            tidurnya mengndang malaikat dari surga
            kantuknya luluhkan api kobar neraka
            hausnya bagaikan peluh diraga
            keringatnya seperti bahaya di jiwa
sendirinya bagai kawan bersama-sama
air matanya bagai cambuk merobek iga
manjanya bagai bunga mekar hari senja
lelahku terbayar dengan tatapan rindu d wajahnya...

No comments:

Post a Comment